Gambaran Densitas Demodex Spp. pada Mahasiswa Berjerawat di Fakultas Kedokteran Universitas Riau

Yuni Eka Anggraini, Imelda T Pardede

Abstract


Demodex folliculorum dan Demodex brevis merupakan parasit pada folikel rambut dan kelenjar pilosebasea pada kulit manusia. Pada mayoritas individu normal, tungau Demodex yang memakan sel epitel folikel rambut atau kelenjar pilosebasea tidak menimbulan gejala, akan tetapi pada densitas yang tinggi di kulit manusia dengan jumlah ≥5 tungau dalam 1 cm2, Demodex berubah menjadi patogen atau disebut infestasi Demodex (demodicosis). Secara klinis manifestasi infestasi Demodex mirip dengan akne vulgaris sehingga dalam klinis kadang sulit membedakan infestasi Demodex dengan akne vulgaris. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui densitas Demodex pada mahasiswa berjerawat, hubungan jenis kelamin degan infestasi Demodex, hubungan tingkat keparahan jerawat dengan infestasi Demodex, dan hubungan tingkat gangguan kualitas hidup dengan infestasi Demodex. Data dikumpulkan melalui kuisioner Cardiff Acne Disability Index (CADI), Global Acne Grading Sytem (GAGS), dan pemerikaan tungau Demodex dengan KOH 10%. Perhitungan statistik menggunakan statistik deskriptif dan statistik analitik menggunakan chi-square (p<0,01). Hasil didapatkan dari 77 sampel terdapat 14 mahasiwa dengan infestasi Demodex (18,18%). Hubungan yang bermakna ditemukan antara jenis kelamin dan insidensi infestasi Demodex (p<0,01). Hubungan tidak bermakna ditemukan antara tingkat keparahan jerawat dan gangguan kualitas hidup dengan insidensi infestasi Demodex (p>0,01).


Keywords


infestasi Demodex; akne vulgaris; CADI; GAGS

Full Text:

PDF

References


Akilov OE, Mumcuoglu KY. Immune response in demodicosis. J Eur Acad Dermatology Venereol. 2004;18(4):440–4.

Rusiecka-Ziółkowska J, Nokiel M, Fleischer M. Demodex - An old pathogen or a new one? Adv Clin Exp Med. 2014;23(2):295–8.

Anwar Rather P, Hassan I. Human Demodex Mite: The Versatile Mite of Dermatological Importance. Indian J Dermatol Jan­Feb;. 2014;59(1):60–6.

Zhao Y, Peng Y, Wang X, Wu L, Wang M, Yan H, et al. Facial dermatosis associated with Demodex: a case-control study. J Zhejiang Univ Sci B [Internet]. 2011;12(12):1008–15. Available from: http://www.pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?artid=3232434&tool=pmcentrez&rendertype=abstrat

Durmaz S, Yula E, Kaya OA, Gokmen AA, Atambay M, Ekiz O, et al. Sociodemographic characteristics of patients with Demodex brevis and Demodex folliculorum infestation and its association with rosacea and Behçet ’ s disease . 2015;26(3):549–55.

Teoh SM. Comprehension and Experience of Acne Treated with Traditional Chinese Medicine Facial Mask of Bai Zhi (Radix Angelicae Formosanae) and Bai Fu Zi (Rhizoma Typhonii Gigantei) as the Basis Formula by External Application. Chin Med [Internet]. 2012;03(02):87–93. Available from: http://www.scirp.org/journal/PaperInformation.aspx?PaperID=20070

Zhao Y, Hu L, Wu L, Ma J. A meta-analysis of association between acne vulgaris and Demodex infestation. J Zhejiang Univ Sci B. 2012;13(3):192–202.

Thappa D, Adityan B, Kumari R. Scoring systems in acne vulgaris. Indian J Dermatol Venereol Leprol. 2009;75(3):323.

Kokandi A. Evaluation of acne quality of life and clinical severity in acne female adults. Dermatol Res Pract. 2010;2010(1):16–9.

Zhao Y, Guo N, Xun M, Xu J, Wang M, Wang D. Sociodemographic characteristics and risk factor analysis of Demodex infestation (Acari: Demodicidae). J Zhejiang Univ Sci B [Internet]. 2011;12(12):998–1007. Available from: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22135149nhttp://www.pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?artid=PMC3232433

Manolache L. Association of Demodex Folliculorum in Acne/Rosacea and Folliculitis and the Efficacy of Combined Therapy (Metronidazole and Benzyl Benzoate). Glob J Dermatology Venereol. 2014;2(1):13–8.

Adityan B, Thappa DM. Profile of acne vulgaris--a hospital-based study from South India. Indian J Dermatol Venereol Leprol [Internet]. 2009;75(3):272–8. Available from: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19439880

Groot J de. An overview of Demodex Folliculorum (desertation.). University of London.; 2014.




DOI: https://doi.org/10.26891/jkm.v1i1.2017.5-8

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Yuni Eka Anggraini, Imelda T Pardede

StatCounter - Free Web Tracker and Counter

View My Stats

All article published in Jurnal Kesehatan Melayu is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.  which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided you give appropriate credit to the original author(s) and the source, provide a link to the Creative Commons license, and indicate if changes were made.

-------------------------------------------------------------------------

Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Kesehatan Melayu (jKM) didistribusikan di bawah ketentuan Creative Commons Attribution 4.0 International License (http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/), yang memungkinkan penggunaan, distribusi, dan reproduksi tanpa batas dalam media apa pun, asalkan Anda memberikan kredit yang sesuai kepada penulis asli dan sumbernya, berikan tautan ke lisensi Creative Commons, dan tunjukkan jika ada perubahan.